Catatan Kaki 43: Sajakkartun, Habis Thukul Terbitlah Thukul!

Standar

kartunsajakku yang disimpan di Museum Kartun Indonesia

Sajak ada porno bercerai

 

patah tumbuh hilang berganti

begitulah peribahasanya

patah tubuh goyang berganti

anisa baharlah ahlinya

 

katanya salak dari bali

kok rasanya seperti terasi

katanya menolak pornografi

kok demonya penuh pornoaksi

 

kalah jadi abu menang jadi arang

bersatu kita teguh bercerai hobinya artis

 

Sekarang aku makin asyik dengan sajakkartun.

Aku merasa enjoy dalam dunia sajak yang sederhana dan mudah dicerna.

Dengan sajakkartun, aku ingin terus mengabarkan cerita, berita dan derita kepada semua. Agar bisa tetap bercanda dalam bencana.

Menatap Indonesia dengan jenaka. Menumbuhkan semangat optimisme dengan gaya sinisme. Mampu memberikan hiburan sekaligus pencerahan di tengah gemuruh atmosfir keputusasaan.

Menatap sekeliling bukan dengan apatis, melainkan sekadar pertunjukan sandiwara rakyat, yang kita bukan lagi sebagai penonton. Melainkan boleh masuk menjadi salah satu pemainnya.

Dengan satir-satir yang menyentil untuk sekadar mencubit. Bukan untuk melukai. Bukan untuk menyakiti.

Sajakkartun semoga bisa jadi pelepas kegelisahan dan keresahan yang tak tersalurkan. Kegeraman tidak harus selalu melahirkan kemarahan. Melainkan melahirkan kegembiraan dengan menerimanya sebagai kenyataan yang harus dilawan dengan kearifan.

 

 

Sajak ada sembako senyum

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu menaikkan

jumlah pengangguran

dan penduduk miskin negeri ini

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu menaikkan

harga sembako

akibat naiknya harga elpiji

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu melupakan

senyum bung harmoko

yang dulu tiap menit muncul di tivi

 

 

Sajak ada ampunan pahlawan

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu melahirkan

pahlawan reformasi

yang kematiannya tak pernah ditangisi

apalagi dikenang lagi

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu melupakan kejahatan

diktator yang suka sakitsakitan

untuk kemudian diberi ampunan

dan dianugerahi gelar pahlawan

 

 

Sajak ada hujan remisi

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu menangkap tommy

setelah kucingkucingan dengan polisi

untuk kemudian dihujani

hadiah remisi

 

 

Sajak ada kematian siasia

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu melupakan

jasa mahasiswa

yang mati diterjang pelor panas

entah oleh siapa

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu melupakan

ribuan rakyat yang rela mati

demi bangsa

namun kini menjadi

kematian yang siasia

 

 

Sajak ada berjaya kembali

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu mengembalikan

orde baru

untuk bangkit dan berjaya

kembali

 

Mungkin usaha ini belum maksimal, meski sudah 13 tahun kutekuni.

Tapi aku akan terus berusaha mengasah pena, agar sajakkartunku makin tajam goresnya.

Dan dengan fenomena ‘Thukulisme’ di negeri ini, aku merasa secara tidak sengaja telah mengawinkan kekuatan duo Thukul dalam sajakkartunku. Kekuatan protes sosial khas penyair Wiji Thukul, dan guyonan katro pelawak Thukul Arwana.

 

Sajak habis Thukul terbitlah Thukul

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu memunculkan

seorang thukul arwana

menjadi selebritis yang top

hanya dengan satu kata

‘kembali ke laptop’

 

sepuluh tahun reformasi

hanya mampu menghilangkan

seorang wiji thukul

menjadi penyair yang lenyap

hanya dengan satu kawa

‘lawan’

 
oleh Nassirun Purwokartun pada 30 Januari 2011 pukul 22:33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s